DEMAK – Kampung-kampung di pesisir Demak, Jawa Tengah banjjir rob yang memngakibatkan aktifitas warga terganggu, karena jalanan tertutup air. Bahkan salah satu warga mengeluhkan jalanan sudah seperti laut.
Seorang warga, Siti Fatimah mengeluhkan hal tersebut, “Pagi-pagi sekali tadi sudah rob, untung saja rumah saya sudah dibikin panggung setinggi satu meter. Masih bisa masak di dalam rumah, tapi ketika keluar rumah, ya semua penuh air. Jalanan sudah kayak laut,” ujarnya, Kamis (29/9/2016).
Warga Desa Sriwulan Kecamatan Sayung mewakili keluhan warga lainnya yang tak bisa menjalankan aktivitasnya secara normal, terutama bagi pelajar dan buruh pabrik yang banyak tinggal di kampung tersebut.
“Banyak tetangga yang harus menggendong anaknya ke sekolah, karena enggak mungkin dibiarkan jalan sendiri. Arusnya deras, dan jalannya juga licin, sehingga bahaya jika anak-anak jalan sendiri. Anak saya sudah agak besar, bisa jalan sendiri, tapi ya itu sepedanya harus digendong bapaknya hingga jalan raya,” katanya, dikutip dari Okezone.
Sebelumnya, Camat Sayung Indrianto Widodo mengatakan bahwa kerusakan lingkungan di pesisir Laut Utara Jawa khususnya Demak sudah parah. Dua kampung telah telah ditinggalkan penghuninya karena kini berubah menjadi lautan.
“Saat ini ada delapan desa yang menjadi langganan banjir rob karena lokasi berada di daerah pesisir, di antaranya adalah Sriwulan, Bedono, Sidogemah, Gemulak, Tugu, Surodadi, Purwosari, dan Tugu. Pemerintah telah melakukan pembuatan break water untuk memecah gelombang agar tak menghantam permukiman,” tukasnya.




