NEW YORK—Sedikitnya 96 anak tewas dan 223 terluka di Aleppo sejak Jumat (23/9) lalu. Demikian dilaporkan UNICEF di New York.
“Anak-anak dari Aleppo terjebak dalam mimpi buruk,” kata Direktur UNICEF Deputi Eksekutif Justin Forsyth, dalam siaran pers-nya, Kamis (29/9/2016). “Tidak ada kata-kata yang tersisa untuk menggambarkan penderitaan yang mereka alami,” tambahnya.
Sementara itu, saat ini diperkirakan hanya tersisa 30 dokter yang masih bertahan di Aleppo. UNICEF melaporkan, hampir tidak ada peralatan atau obat untuk mengobati korban luka.
Seorang dokter kepada UNICEF mengatakan, anak-anak di Aleppo seperti dibiarkan mati dengan kapasitas dan persediaan makanan dan obatan yang terbatas ini.
“Tidak ada yang bisa membenarkan serangan tersebut pada anak-anak,” kata Forsyth.





