Mendesak, Warga Aleppo Harus Segera Dievakuasi

Ilustrasi / Anadolu Agency

ALEPPO—Konflik yang tidak berkesudahan di Aleppo, Suriah kian mengkhawatirkan. Sejak gencatan senjata berakhir dua pekan lalu, puluhan orang terus berguguran, sementara ratusan lainnya mengalami luka serius.

Di saat bersamaan, ketersediaan obat dan tenaga medis di Aleppo sangat minim. Perkiraan saat ini, hanya tersisa 30-an tenaga medis yang masih bertahan di Aleppo. Utusan Suriah untuk PBB, Ramzy Ezzel mengatakan, stok obat hanya mencukupi untuk 1/4 warga yang ada. “Evakuasi adalah prioritas utama kami saat ini,” ujarnya.

Kepada wartawan di Jenewa, Ramzy mengatakan, perlu segera upaya serius dari berbagai pihak yang terlibat peperangan, utamanya Rusia dan Amerika, untuk melakukan gencatan senjata. Ini dilakukan guna memberi kesempatan akses bantuan kemanusiaan.

“Kita harapkan peperangan sejak 19 September lalu dihentikan. Kita ingin mewujudukan (gencatan senjata) sekali lagi,” ujarnya seperti dikutip dari Thomson Reuters, Jumat (30/9/2016).

Menurutnya, gencatan senjata adalah satu-satunya cara untuk membantu warga Aleppo yang saat ini terjebak di tengah peperangan.
“Saya rasa ini adalah cara terbaik untuk keluar dari situasi kemanusiaan dan militer yang sangat sulit,” tegasnya.
Sejak gencatan senjata berakhir pada 19 September lalu, diperkirakan sebanyak 600 warga sipil terluka. “Mereka tidak mendapatkan perawatan yang memadai,” kata Ramzy.

Advertisement