GARUT – Pencarian korban dan masa tanggap darurat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang telah resmi dihentikan diterima ikhlas oleh 19 keluarga korban hilang yang hingga kini belum ditemukan.
Penghentian dilakukan setelah tim tak menemukan tanda-tanda korban. “Sesuai hasil evaluasi ops SAR, dan keluarga korban sudah mengikhlaskan,” Koordinator dan Humas Basarnas kantor Bandung, Joshua Banjarnahor, Selasa (4/10/2016).
Ditegaskannya pencarian korban pun dihentikan setelah tim gabungan berupaya semaksimal mungkin, “Pencarian korban hingga hari ke-13 dinyatakan selesai,” ujarnya, dikutip dari metrotvnews.
Banjir bandang menerjang tujuh kecamatan di Garut pada Selasa malam 20 September. Ratusan rumah luluh lantak. Sejumlah fasilitas umum pun tak dapat beroperasi lantaran material lumpur menumpuk dalam bangunan.
Hingga akhir pencarian, 34 orang ditemukan meninggal. Sedangkan yang masih dinyatakan hilang ada 19 orang.
Adapun data korban hilang yang tidak ditemukan diantaranya:
1. Sdri. Lena agustina 18 th (Asrama lp)
2. Sdr. Ano 60 th (Cimacan)
3. Sdr. Feri 40 th (Cimacan)
4. Sdri. Eneng 12 th (Cimacan)
5. Sdri. Kokom 35 th (Cimacan)
6. Anak dari Bu mimin 3 th (Cimacan)
7. Sdr. Supri 40 th (Cimacan)
8. Sdr. Etoy 12 th (Cimacan)
9. Anak dari bapak supri 3 th (Cimacan)
10. Sdr Endan 45 th (sukamukti garut kota)
11. Ibu Aah 60 th (Tajuk terminal)
12. Sdri Ira 17 th (lapangan paris)
13. Ibu Euis 35 th (lapangan paris)
14. Sdri Novi 14 th (lapangan paris)
15. Ibu Ane 35 th (sukamukti, garut kota)
16. Ibu Sri Lestiawati 44 th (lapangan paris)
17. Tania 10 th (lapangan paris)
18. Sdr Suryaman 70 th (Lapangan Paris)
19. Kalea 2 bulan (lapangan paris)





