Berakhir pekan bersama keluarga menikmati sayuran segar yang langsung dipetik dari lahan dapat dilakukan dengan berkunjung ke Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Desa ini . berada di ketinggian 900 – 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Di Desa Sindangjaya ini sedang digalakan program Green Horti (Mustahik Move to Muzaki) dari Divisi Pertanian Sehat, Masyarakat Mandiri (MM) Dompet Dhuafa (DD) di atas lahan seluas lebih kurang 6 ha.
Lahan ini dikelola oleh 30 petani yang terdaftar dalam Paguyuban Sumber Jaya Tani. Masing-masing petani mengelola lahan seluas 2.000 m2 dengan rincian 500 m2 untuk pertanian organik dan 1.500 m2 untuk pertanian konvensional.
Komoditas sayuran yang ditanam di area ini, bermacam-macam seperti; brokoli, wortel, pakcoy, buncis, kacang merah, timun jepang, kailan, bayam jepang, jagung, lobak, seledri, bit, selada, kol, kembang kol dan daun bawang.
“Komoditas sayuran yang ditanam sudah disesuaikan dengan permintaan konsumen atau mengikuti permintaan pasar,” ujar Jajat salah satu pengurus Saung Jaya Tani.
Dengan berbagai komoditas yang memiliki daya serap tinggi di tingkat konsumen Indonesia ini, Masyarakat Mandiri, DD sebagai mitra petani, berkeinginan untuk meningkatkan penghasilan para petani.
“Harapan Dompet Dhuafa dapat meningkatkan penghasilan para petani, 1,5 kali lipat dari UMK Cianjur,” papar Asep Hambali, fasilitator DD dalam program pertanian sehat di Desa Sindangjaya.
Dalam delapan bulan ini, kata Asep, yang mencapai penghasilan 1,5 kali lipat UMK Cianjur ada 6 orang, yang sama dengan batas UMK ada 12 orang, kurang dari UMK ada 12 orang.
Penghasilan yang mereka dapatkan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum bergulirnya program Green Horti yang digagas Dompet Dhuafa ini. Ketika itu, para petani hanya memperoleh penghasilan berkisar 1 – 1,5 juta rupiah perbulan.
Untuk membantu petani ini, Dompet Dhuafa memberikan bantuan permodalan seperti pupuk, bibit, sarana tani dan pendampingan.
“Sementara itu, tanah yang mereka garap, adalah milik mereka sendiri. Penghasilan dari pertanian binaan ini semuanya untuk petani. Mereka hanya diwajibkan setiap bulannya menyumbang untuk uang kas paguyuban sekitar 1o ribu rupiah” tambah Asep Hambali.
Minggu lalu, para donatur Dompet Dhuafa diberi kesempatan untuk mengunjungi Desa Sindangjaya melalui program care visit. Di sini para donatur melihat hasil binaan Dompet Dhuafa.
Selain itu, para donatur juga diajak menikmati liburan akhir pekan mereka dengan agenda belajar menanam sayuran, memetik sayuran, merawat sayuran hingga mengolah sayuran menjadi makanan lezat dan sehat.
Kegembiraan dan kepuasan tergambar jelas di wajah mereka. Liburan kali ini menjadi liburan yang menyenangkan sekaligus berbeda dari liburan-liburan yang pernah ada mereka nikmati.
Nah, jika Anda ingin merasakan liburan keluarga yang berbeda, seperti yang dirasakan donatur DD ini, silahkan datang ke Desa Sindangjaya.




