Penyakit Kulit Serang Korban Banjir Aceh Barat

Ilustrasi Tim Medis LKC Aceh periksa kesehatan korban banjir di Pidie dan Aceh Jaya. Foto: LKC Aceh

MEULABOH – Empat hari terendam banjir, masyarakat dan pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Barat, mulai diserang penyakit kulit gatal-gatal.

“Dari semua kecamatan terendam ada memang warga dilaporkan sudah mengalami penyakit kulit seperti gatal-gatal, terhadap itu ditangani oleh Dinas Kesehatan, mereka juga tim selama tanggap darurat bencana,” kata Kepala pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Syahluna Polem, di Meulaboh, Kamis (20/10/2016).

Pelayanan kesehatan terhadap pemeriksaan kesehatan korban banjir juga telah disediakan pada lokasi pengungsian seperti di Pasie Masjid, Kecamatan Mereubo, namun pada hari keempat tanggap darurat kendaraan dinas sudah mobiler.

Seorang warga Desa Pange, Adi mengungkapkan, “Sejak banjir tiga hari lalu saya dan keluarga mulai terasa gatal-gatal karena air banjir ini datang dari mana-mana, masuk ke rumah. Kami terus terendam airnya belum surut, kalaupun sudah surut bersih-bersih juga main air,”katanya.

Dia menyampaikan, ratusan warga setempat terisolasi akibat ketinggian air dalam rumah mencapai 1 meter, sementara di atas badan jalan 60-100 centimeter, warga setempat melaporkan sudah kelaparan karena stok beras di rumah mereka telah basah.

Namun dikatakan Syahluna, pelayanan kesehatan, kendaraan dapur umum BPBD Aceh Barat telah bergeser ke Kecamatan Woyla, disana masyarakat yang saat ini masih mengungsi bahkan beberapa desa diantaranya masih terisolir karena banjir belum surut.

“Disana dapur umum dan perahu karet telah disiagakan untuk membantu warga, kita terus memantu perkembangan dan hari ini tim masih bergerak ke wilayah Kecamatan Woyla,”jelas Syahluna.

Bantuan sebanyak 31 ton beras, mie instan, kecap dan saus serta makanan siap saji, kemudian Dinas Sosial Aceh Barat juga telah menerima bantuan logistik dari Dinsos Aceh untuk disalurkan kepada masyarakat Aceh Barat.

“Bantuan logistik dari Dinsos Aceh telah kami terima, kemudian bantuan masa panik juga telah disalurkan bersama BP4K sejak 18-19 Oktober 2016 pada sembilan kecamatan,”tambah Kabid Sosial Dinsosnaketrans Aceh Barat Jhon Aswir.

Advertisement