MOSUL – Sejak Irak melancarkan operasi pembebasan Mosul dari tangan ISIS, Organisasi Migrasi Internasional mengatakan sudah lebih dari 10 ribu orang warga Irak yang mengungsi.
Sebelumnya, pekan lalu PBB memperingatkan bahwa kemungkinan ada 200 ribu orang yang akan mengungsi di awal pertempuran untuk merebut Mosul, dan organisasi-organisasi kemanusiaan pada awalnya akan dapat melayani kira-kira 70 ribu orang yang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu dilansir VOA, Kementerian pengungsian dan migrasi Irak mengatakan hari Rabu (26/10/2016) bahwa jumlah yang mengungsi sedang meningkat, dan bahwa hari Selasa ada gelombang besar 3.300 orang dalam apa yang dianggap jumlah terbesar orang yang melarikan diri dari perang sejak operasi Mosul dimulai.
Selasa (25/10/2016), PBB mengatakan mereka telah mendapat laporan awal mengenai pembunuhan sewenang-wenang dan eksekusi sumir oleh lasykar ISIS di sekeliling Mosul, termasuk militan yang menggunakan kaum sipil sebagai perisai manusia.
Jurubicara hak azasi PBB, Rupert Colville mengatakan kepada para wartawan di Jenewa laporan tersebut belum sepenuhnya diperiksa kebenarannya, tetapi termasuk pembunuhan oleh ISIS 50 orang mantan polisi Irak yang mereka tahan dalam sebuah gedung di pinggir Mosul, dan di desa Safina mengenai lasykar yang membunuh 15 orang sipil dan melemparkan mayat mereka ke sungai.





