Gelar Pahlawan Nasional Diberikan Pada Ulama NU KHR As’ad

KHR As'ad Syamsul Arifin/ Nu.or.id

JAKARTA – Gelar pahlawan nasional diberikan kepada ulama Nahdlatul Ulama (NU) KHR As’ad Syamsul Arifin dalam upacara di Istana Negara Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (9/11/2016).

As’ad Samsul Arifin atau yang dikenal dengan sebutan Kiai Haji Raden As’ad Samsul Arifin lahir tahun 1897 di Mekkah, Arab Saudi, dan meninggal dunia pada 4 Agustus 1990 di Situbondo, Jawa Timur, pada usia 93 tahun.

As’ad juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Ia menjadi penyampai pesan (Isyarah) berupa tongkat disertai ayat Alquran dari KH Kholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Antara melansir, selain memberikan gelar pahlawan nasional, hari ini pemerintah juga memberikan penghargaan berupa Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra kepada almarhum Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta (tokoh dari Sulawesi Selatan) dan almarhum Letkol Inf (Anumerta) Sroedji (tokoh dari Jawa Timur).

Diberitakan sebelumnya, warga Situbondo dan dari luar daerah akan melaksanakan acara gelaran napak tilas perjuangan ulama KHR As’ad Syamsul Arifin di daerah Sukowono, perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan Jember, Jawa Timur, 14 hingga 15 Nopember 2016 dan akan dihadiri 10.000 warga. Hal ini dilakukan agar para pemuda dapat merasakan dan menghormati perjuangan para ulama.

Advertisement