Terjebak Banjir Saat Mengendarai Mobil? Lakukan Hal ini!

ilustrasi/TMC

JAKARTA – Menghadapi musim hujan  terkadang membuat situasi di jalanan tidak terduga misalnya banjir yang terjadi secara tiba-tiba, dan membuat para pengendara  terjebak dalam genangan air yang dapat menyebabkan kendaraan mogok.

Pernahkah mengalami hal tersebut, harus berjibaku dengan banjir di jalanan saat menyetir mobil? Offroader nasional Julian Johan punya beberapa tips untuk anda ketika terjebak banjir di jalan.

Menurutnya, nyetir di tempat  banjir tidak perlu mengebut karena untuk menghindari cipratan berlebih diruangan mesin yang berpotensi bikin mogok.

Sementara itu untuk menerjang banjir paling aman pakai gigi 1 (mobil matic pindah ke L atau 1) karena beban mobil lebih berat waktu menerjang banjir. Anda tidak perlu resah dengan urusan knalpot kemasukkan air karena knalpot tidak  akan bisa kemasukkan air selama mesin tetap nyala.

Daripada memusingkan knalpot, lebih baik memperhatikan filter udara di ruang mesin, bagian  ini lebih rentan membuat mogok ketika banjir, karena filter udara yang kemasukkan air dapat menyebabkan mobil mogok. Nah, selain itu jangan terlalu meng- gas mobil karena filter udara semakin kuat menyedot udara jika terlalu digas.

Selanjutnya Julian menambahkan jika memungkinkan, hindari berhenti ditengah banjir karena saat mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin. Pada dasarnya, mobil bermesin diesel lebih aman menerjang banjir dibanding mesin bensin karena diesel lebih bersifat ‘Waterproof’.

Para pengendara mobil menurutnya harus selalu  siaga dan cermat, tanpa disadari yang bisa membuat n mobil kita mogok justru terjangan ombak air berlebih dari mobil sebelah. Setelah melewati genangan, jangan langsung mengebut, akan  berbahaya karena kondisi rem kita masih sangat licin.

Lalu bagaimana cara mengeringkan rem setelah melewati genangan? Cukup lakukan rem kecil berulang hingga terasa menggigit kembali. Untuk mobil manual, usahakan menghindari menginjak kopling saat berada di genangan banjir.  Menurutnya menginjak kopling di genangan banjir membuat air masuk ke transmisi dan berpotensi merusak transmisi karena oli bercampur air.

Salah satu yang penting lagi harus diperhatikan adalah kondisi jalanan, dimana jika kita belum familiar dengan jalan yang dilewati, usahakan jgn melintas pinggir jalan karena mungkin saja ada selokan.

Jika mobil Anda mengambang terseret arus, langsung buka semua pintu biar mobil tenggelam dan ban dapat maju. Lepaskan sabuk pengaman, dan buka kaca untuk berjaga-jaga jika anda harus dievakuasi keluar mobil.

Beberapa tips di atas dapat langsung Anda praktekan jika terhadang genangan air dimanapun berada. Namun jika ingin benar-benar aman ketika ada banjir, lebih baik berhenti sebelumnya karena menunggu akan lebih baik dibanding harus tidak sabar menerjang banjir dan merasakan efek yang tidak diinginkan seperti terseret arus atau kesetrum listrik PLN yang bocor.

 

 

Advertisement