Kekerasan Anak dan Perempuan di Bandung Menurun

Ilustrasi/ Foto: beritasatu

BANDUNG –  Tahun 2016 ini, angka kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Bandung menurun. Hingga Oktober 2016, tercatat terdapat 68 kasus kekerasan yang dilaporkan masyarakat.

Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan tahun 2015 lalu yang mencapai 84 kasus. Sementara di tahun 2014 jumlah laporan lebih tinggi mencapai 190 kasus.

“Ini bukti bahwa program yang sudah kita lakukan ini punya dampak dan terus akan kita upayakan langkah-langkah selanjutnya,” tutur Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dalam acara peresmian program Three Ends, Sabtu (19/11/2016), di Bandung.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan jika pihaknya sangat mendukung upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai kebijakan. Untuk anak, kebijakan yang dimaksud mencakup pemberian hak-hak dasar anak, seperti hak belajar, hak bermain, pendidikan karakter, hingga hak bersilaturahmi dengan pemimpin.

Selain itu, dia menuturkan, Pemerintah Kota Bandung juga telah mengupayakan keadilan akses ekonomi bagi perempuan. Hal tersebut terlihat dari tingginya jumlah pelaku bisnis UMKM dan pengakses Kredit Melati oleh perempuan. Tercatat, dari 10.500 pengakses Kredit Melati, 60%-nya adalah perempuan. Sementara itu 65% dari 30.000 pendaftar wirausaha baru melalui aplikasi GAMPIL juga perempuan.

Adapun Three Ends merupakan program yang diresmikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program ini digagas untuk mewujudkan perempuan dan anak yang berkualitas mandiri dan berkepribadian. Program tersebut menyuarakan tiga hal yakni menghentikan kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan manusia, dan memberikan keadilan akses terhadap ekonomi bagi perempuan.

Advertisement