Sungai Bengawan Solo Meluap, 1.200 Warga Sragen Terisolasi

Ilustrasi:Banjir /IlmuSocial.com

SRAGEN – Luapan sungai Bengawan Solo telah membuatu  1.200 warga lima desa di sejumlah kecamatan di Sragen terisolasi  sejak Selasa (29/11/2016).

Dilansir Solopos, Kamis (1/12/2016), seribuan warga yang terisolasi itu bertahan di rumah mereka yang tersebar di Desa Pandak, Sribit, dan Patihan, Kecamatan Sidoharjo; Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota; dan Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan.

Data warga yang terisolasi itu diperoleh berdasarkan jumlah permintaan nlogistik di Dapur Umum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jl. Veteran Sragen, Rabu (30/11/2016) sore.

Selain itu, sekolah-sekolah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) juga terdampak banjir sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah tersebut lumpuh.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sragen mencatat, ada sembilan SD terdampak banjir. Kesembilan sekolah tersebut berada di di wilayah Kecamatan Plupuh, Sidoharjo, Sragen Kota, dan Sukodono. Selain itu, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif di Tanggan, Gesi, juga tidak melaksanakan KBM karena air menggenangi sekolah dan sempat masuk ke dua ruang kelas dan musala.

 

Advertisement