Sejak Tahun 2005, Sudah Ribuan Orang di Indonesia Terjangkit HIV

ilustrasi

SURABAYA-Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek menyatakan upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak.

Hal itu  melihat tingginya angka penderita HIV di Indonesia yang tercatat berjumlah 191.073 orang sejak 2005 hingga 2015. Upaya promotif dan preventif dengan cara mengajak masyarakat menemukan Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) diharapkan dapat membantu mengobati penderita HIV dengan antiretroviral (ARV).

Nila mengatakan, faktor risiko penularan HIV terbanyak masih melalui hubungan seks berisiko, serta penggunaan jarum suntik untuk Napza (narkotika psikotropika dan zat adiktif), yang membutuhkan penanganan bersama antara pemerintah dan masyarakat, termasuk ODHA.
“Memang tidak mudah dengan era yang terbuka ini, tentu tadi penyebabnya heteroseksual itu, jadi artinya perilaku seks bebas, tapi kita tahu dengan kita mobilisasi yang begitu tinggi, apakah kita bisa menahan ini, ,” kata Nila Djuwita Farid Moeloek, Menteri Kesehatan seperti diberitakan Elshinta, Jumat (2/12).

Nila menambahkan, hal ini merupakan pekerjaan rumah  yang cukup berat.

Ia mencontohkan,  kota pelabuhan adalah tempat-tempat dimana perilaku pendatang ini akan berbuat berdampak kepada HIV.
Penyebab HIV beragam, kata Nila, mulai dari Homoseksual sampai pengguna jarum suntik untuk Napza.
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di mana ditemukan kasus HIV yang tinggi, bersama dengan provinsi DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sampai akhir September 2016, di Jawa Timur tercatat ada 17.394 penderita AIDS, dari total pengidap HIV yang ditemukan sebanyak 36.881 orang.
Dari jumlah 17.394 penderita AIDS, total kematian akibat AIDS sebanyak 3.679, kasus AIDS pada anak sejumlah 615, dan kasus AIDS pada ibu rumah tangga mencapai 2.944 (17,92 persen).

Advertisement