SUBANG- Temuan kasus baru HIV-AIDS di Kabupaten Subang tahun 2016 tak sebanyak tahun lalu. Apabila tahun 2015 tercatat temuan kasus baru mencapai 234 orang, tahun ini hingga September terdata 146 orang. Sedangkan total pasien HIV-AIDS hingga kini sebanyak 1.276 orang.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Dwinan Marchiawati. Dia mengatakan jumlah temuan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Subang terus bertambah setiap tahunnya. Namun, bila dilihat dari jumlah temuan kasus baru, tahun ini berkurang bila dibanding tahun lalu.
“Angka itu yang tercatat di Dinas Kesehatan, belum tentu mencerminkan jumlah sesungguhnya. Sebab tak menutup kemungkinan masih banyak suspect HIV/Aids yang belum terdata,” ujarnya seperti diberitakan PR, Sabtu (3/12)
Dikatakan Dwinan, pihaknya terus melakukan sosialisasi, dan berupaya menjaring masyarakat yang belum paham. Tujuannya mendorong masyarakat, utamanya yang berisiko tinggi bisa sukarela memeriksakan diri. Selain itu, di sejumlah puskesmas juga telah disiapkan layanan test HIV-AIDS gratis.
Namun, kesadaran masyarakat belum sesuai harapan, walapun sudah ada peningkatan tetapi masih banyak yang belum bersedia menjalani test HIV-AIDS. “Sekarang kesadaran masyarakat sudah mulai ada perubahan signifikan, di antara masyarakat mau memeriksakan diri, tetapi jumlahnya masih jauh dari harapan,” ujarnya.
Ia mengatakan, Dinas Kesehatan terus berupaya mengoptimalkan penyuluhan dan pelayanan di puskesmas. Dengan berbagai upaya yang ditempuh pihaknya berharap masyarakat bisa semakin membuka diri, tak tertutup seperti sebelumnya. Selain itu, perkembangan teknologi semakin pesat, membuat siapapun bisa mengetahui berbagai hal termasuk anak-anak.
Oleh karena itu, perlu ada upaya menekan dampak negatif, sehingga harus melibatkan semua pihak. “Upaya yang kami lakukan dengan koordinasi lintas sektor, sehingga bisa bergerak sama-sama. Tujuannya lebih ke arah pencegahan dari pada pengobatan. Jadi, penyuluhan dilakukan ke pelajar, tingkat SMP maupun SMA,” katanya





