
KARANGANYAR – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meluncurkan Aplikasi Petani Jateng di lapangan Jatiyoso, Ahad (18/12/2016) sore.
Dikatakan Gubernur, Aplikasi Petani Jateng ini memudahkan komunikasi antarpetani dan menyediakan informasi pertanian melalui perangkat teknologi.
Aplikasi Petani Jateng juga memungkinkan transaksi hasil bumi antara penjual dan pembeli tanpa perlu merasa resah ulah tengkulak.
Aplikasi berbasis sistem operasi android ini, dikembangkan 8villages untuk menyediakan akses informasi secara merata bagi petani.
Pengguna dengan aplikasi ini dapat bertukar pengalaman, konsultasi pakar, memantau pupuk dan menjajal berbagai fitur seperti artikel, toko online, update harga nasional komoditas dan sebagainya.
Gubernur mengatakan, penggunaan fasilitas teknologi itu oleh petani, akan mampu menambal kekurangan yang selama ini menyulitkan mereka.
“Harapannya, apapun masalah pertanian bisa didiskusikan di situ. Enggak perlu menunggu penyuluh. Termasuk komoditas apa yang akan dijual. Tinggal di upload. Tidak perlu pakai tengkulak. Ini yang harus kita dorong agar kesejahteraan petani meningkat,” kata Ganjar.
Aplikasi Petani Jateng sengaja diluncurkan di Jatiyoso untuk membuktikan konektivitas nirkabel kuat meski berada di daerah pelosok.
Dikutip dari KRJogja, Gubernur optimistis dengan keberhasilannya di Jatiyoso, aplikasi ini dapat menjangkau 5,39 juta petani di Jawa Tengah.
Ia menyadari masih sedikit petani melek teknologi informasi, sehingga Aplikasi Petani Jateng membutuhkan peran kelompok tani.



