PEKALONGAN – Program Keluarga Harapan (PKH) menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa  telah mampu menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan.
“Dampak PKH untuk menurunkan kemiskinan dan kesenjangan akan terus meningkat jika dilaksanakan secara terintegrasi dengan program perlindungan sosial lainnya,” katanya di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/1/2017).
Mengutip hasil evaluasi Bank Dunia pada 2012 dan 2015, Khofifah menyebutkan PKH berdampak meningkatkan kunjungan ibu hamil ke fasilitas layanan dasar kesehatan sebesar tujuh persen.
Selain itu, imunisasi lengkap meningkat delapan persen dan pemeriksaan kesehatan balita meningkat 22 persen. Temuan lainnya, jelas dia, adanya penurunan kasus anak dengan “stunting” sebesar 2,7 persen dan pengeluaran keluarga untuk makanan berprotein tinggi meningkat 10 persen.
Sementara di bidang pendidikan, kata Menteri, peningkatan partisipasi SD sebesar 2,2 persen dan SMP 4,4 persen.
Khofifah menyebutkan dampak lain dari PKH adalah adanya 600 ribu keluarga penerima manfaat yang telah “lepas” dari PKH atau dianggap tidak miskin lagi dan dirujuk ke program pemberdayaan lainnya.
“Program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, melalui pengurangan beban keluarga miskin, dan memutus rantai kemiskinan dan kesenjangan pendapatan,” katanya, dikutip dari Antara.
Melalui perbaikan akses terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, maka lanjut Menteri, PKH diharapkan dapat berkonstribusi memperbaiki akses keluarga penerima manfaat.





