BIMA – Pasca bencana banjir yang melanda BIma, Nusa Tenggara Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan normalisasi sejumlah sungai disana.
“Pembersihan sungai di Bima sudah selesai, dilanjutkan dengan normalisasi sungai, pemasangan bronjong, dan pasangan batu. Prioritasnya pada lokasi sungai yang melewati permukiman dan persawahan,” ujar Kepala BWS NT I Asdin Juliady, Kamis (12/1/2017), lewat keterangan tertulisnya.
Asdin mengatakan sampah menjadi salah satu penyebab air sungai yang meluap. Tumpukan sampah diduga menghambat laju air, terutama karena tersangkut di sejumlah jembatan-jembatan. “Pembersihan dilakukan dengan menggunakan ‘excavator amphibi’ dan saat ini aliran sungai sudah lancar kembali.”
Dalam normalisasi, BWS sempat menemukan kendala, yaitu keberadaan rumah di sepanjang bantaran sungai yang dibersihkan. Asdin memastikan BWS telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyelesaian masalah tersebut.
Pemerintah pun menangani suplai air bersih untuk para pengungsi. Kementerian PUPR memasang Hidran Umum sebanyak 38 Unit, yang tersebar pada 16 Kelurahan. Pengisian air bersih, kata Asdin dilakukan oleh lima mobil tangki air. “Tangki air juga mengisi HU milik instansi lain, dan secara langsung kepada masyarakat yang menggunakan ember, tabung galon, jerigen dan lainnya,” tutur dia, demikian dilansir Tempo.co.





