JAKARTA – Kasus pemerkosaan terhadap balita di Sorong sangat memprihatinkan, karena korban berinisial KEK juga dibunuh dan ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kolam berlumpur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/1/2017) dan membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise merasa prihatin dan ia akan meninjau langsung kasus tersebut, dengan berangkat ke Sorong dari Jakarta, Jumat (13/1/2017) malam ini.
“Malam ini berangkat (ke Sorong). Saya mau melihat kasus anak 4 tahun dicabuli,” ujar Yohanna di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat siang.
Yohana mengatakan ia akan meninjau lokasi, sekaligus mendatangi keluarga korban dan pelaku kejahatan seksual tersebut. Sejak kejadian pun ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor dan Komando Daerah Militer di Papua, terkait sejumlah kasus yang menimpa perempuan dan anak.
“Kami koordinasi terus, bila terjadi sesuatu hal yang berhubungan dengan perempuan dan anak, atau konflik lain, mereka (aparat) kami telepon langsung,” tuturnya, dikutip dari tempo.co.
Polisi saat ini telah menangkap tiga pemuda yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Ketiganya merupakan tetangga korban yang ditangkap secara terpisah. Dua pelaku masing-masing berinisial DO dan NA ditahan pada 11 Januari lalu, sementara seorang lagi ditangkap Kamis kemarin.
Solidaritas awak media di Sorong pun sempat menggelar aksi seribu lilin untuk KEK. Aksi ini dilakukan secar spontan untuk mengenang jasad korban yang merupakan bocah di bawah umur.





