ROMA – Empat orang tewas dan hampir 180 orang hilang, dan diperkirakan tewas, setelah kapal migran terbalik pada Sabtu (14/1/2017) di Mediterania.
Keterangan tersebut didapat para pejabat setelah mewawancarai korban pada Selasa (17/1/2017), seperti dilansir AFP.
Pekerja kemanusiaan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan badan pengungsi PBB (UNHCR), menceritakan detail mengerikan dari tragedi di perairan Libya setelah berbicara dengan empat penumpang diselamatkan, dua orang Eritrea dan dua orang Etiopia, yang tiba pada Senin malam di Sisilia, pelabuhan Trapani.
Korban selamat adalah tiga pria dan satu wanita, yang terlihat sangat trauma dan kelelahan. Mereka mengatakan, perahu kayu telah meninggalkan Libya pada hari Jumat dengan penumpang lebih dari 180 orang dan mereka semua berasal dari Afrika Timur.
Setelah lima jam di laut, mesin rusak dan air mulai naik ke perahu dan perahu perlahan tenggelam, sehingga semakin banyak orang-orang di kapal yang tenggelam di bawah air.
UNHCR mencatat lebih dari 5.000 kematian dan kematian tercatat semua di rute migran di Mediterania.





