
BALI – Setelah 37 tahun sejak SD V Ringdikit pertama dibangun, dan para pelajar harus menyeberangi sungai dengan mencopot sepatu, kini jembatan impian sudah dibangun dan tradisi copot sepatu sudah tak perlu lagi dilakukan para siswa.
Penantian warga kecamatan Seririt Buleleng, Bali selama puluhan tahun seolah terjawab. Anak-anak mereka yang bersekolah di SD V Ringdikit tak lagi menantang maut menyeberangi sungai Saba selebar 50 meter dengan arus sangat kencang.
Sebelumnya, Siswa SDN 5 Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali harus berjuang melewati arus sungai yang deras demi mengeyam pendidikan. Hal ini membuat sejumlah pihak prihatin, termasuk Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Pastika menyaksikan langsung melihat kebenaran kabar tersebut dengan meninjau ke lokasi, Minggu (15/1) saat anak-anak pulang sekolah usai mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Ia kaget karena sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur Bali, tetapi tidak satupun dari aparatur setingkat Desa, Camat hingga Dinas Pendidikan, melaporkan hal itu.
Hingga akhirnya pembangunan jembatan dilakukan dan kini telah rampung dan dapat dinikmati oleh para siswa maupun warga setempat.
“Kami lega akhirnya harapan yang sudah lama kami dambakan kini terwujud. Kami tidak lagi cemas melihat anak-anak kami berangkat dan pulang sekolah melintasi sekolah. Terima kasih polisi, terima kasih Gubernur yang telah memberi perhatian terhadap kondisi kami di sini,” ujar Putu Sadia warga yang dituakan di desa tersebut, Senin (23/1/2017), dikutip dari merdeka.com.




