BATAM – Dua hari diguyur hujan lebat sejak Minggu (22/1/2017) hingga Senin (23/1/2017) membuat ratusan rumah di Bengkong terendam banjir yakni, di Bengkong Swadebi, Bengkong Indah II, dan Bengkong Sadai.
Di Bengkong Indah II, banjir merendam puluhan rumah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Sunardi, warga Bengkong Indah II mengatakan, banjir itu karena jembatan terlalu rendah. Ketika air sungai mengalir banyak dan deras, jembatan itu hanya akan memblokade aliran sungai dan membuatnya berbalik arah. Akibatnya, air pecah di tengah dan meluap ke pemukiman warga.
“Di sini, kalau tidak hujan, masalahnya sampah. Kalau hujan, masalahnya banjir,” ujar Sunardi.
Sunardi yang memiliki rumah tepat di samping sungai itu kerap terendam. Enam bulan lalu, Sunardi memutuskan untuk meninggikan rumahnya. Karena sudah ditinggikan, rumahnya tak lagi kebanjiran.
Bagi sebagian besar warga Bengkong Indah II, banjir kemarin tak bisa diantisipasi. Sebab, air meluap pada pukul 03.00 pagi. Kala itu, mereka masih nyenyak tertidur.
Yusni, salah satu warga mengaku terbangun karena suara letusan di samping rumah. Letusan itu rupanya berasal dari patahnya pipa paralon rumahnya. Pipa itu tak kuat menampung aliran air. Air memancar keluar dari patahan itu dan masuk ke dalam rumah.
Pria yang bekerja sebagai pembuat kripik itu lantas membangunkan istrinya, Rina. Ia meminta Rina membangunkan anak-anak dan menyelamatkan barang-barang yang ada. Rina mengerjakan perintah suaminya. Namun, ketika ia membuka pintu hendak mengungsikan anak-anaknya, air menerjang masuk. Sekujur tubuhnya basah. Air itu menggenangi rumahnya hingga setinggi setengah meter.
“Kuali terendam. Makanya, ini agak licin karena air bercampur minyak dalam kuali itu,” katanya.
Dua buah kompor, kasur, sofa, kursi, lemari pakaian, kulkas, hingga pakaian dan sepatu anak-anaknya tak sempat diselamatkan. Semuanya basah. Rina segera mengungsikan kelima anak-anaknya ke rumah kerabat tak jauh dari rumahnya. Keluarganya bertahan di sana hingga hujan reda.
Rina mengatakan, wilayah itu memang menjadi langganan banjir. Namun, kali inilah banjir yang paling parah. Biasanya, mereka dapat mengantisipasi dengan memasang papan di depan pintu. Supaya air tak masuk rumah.
“Ini kan datangnya mendadak, jadi kami tidak bisa selamatkan apa-apa. Selamatkan badan dan anak-anak sajalah,” ujarnya.
Seperti halnya Bengkong Indah II, Bengkong Sadai juga menjadi langganan banjir. Kampung tua yang berada di hilir sungai itu mendapat kiriman air dari Bengkong Kolam dan Bengkong Nusantara. Kondisi akan semakin parah ketika air laut pasang.
Ketua RW 10 Bengkong Sadai, Abdul Kadir, mengatakan, total ada tujuh rumah yang terendam banjir di wilayahnya. Ketujuhnya berada di RT 05 dan RT 02. Yitno, warga RT 05 RW 10 menjadi salah satunya.
“Baru kali inilah yang parah sekali. Sampai kendaraan tak bisa lewat,” katanya, seperti dilansir Batampos, Selasa (24/1/2017).





