JEPARA- Tebing di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu siang longsor akibat gerusan air hujan hingga menutup akses jalan warga masyarakat di wilayah tersebut.
“Dampak longsor sangat dirasakan oleh warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, karena menutupi akses utama jalan bagi warga yang hendak menuju daerah lain atau ke kota,” kata Camat Keling Mohammad Toriq Alamsyah di Jepara, seperti dilansir Antara ,Rabu (25/1)
Ia mengatakan, longsor terjadi pada Rabu siang, setelah sebelumnya turun hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Hingga kini, lanjut dia, kondisi lokasi yang longsor masih rawan, mengingat masih terjadi longsoran kecil-kecil.
Di sisi kiri jalan tersebut, kata dia, memang terdapat tebing tinggi, sehingga ketika terjadi longsor material longsorannya menutup akses jalan desa dari Tempur menujur Damarwulan.
Sementara lokasi longsor, katanya, berada di wilayah Desa Damarwulan yang berbatasan dengan Desa Tempur.
“Kalaupun warga Desa Tempur memiliki kepentingan mendesak untuk ke kota atau ke daerah lain, bisa menggunakan jalan alternatif melalui Desa Payak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati,” ujarnya.
Evakuasi material longsoran, katanya, masih harus menunggu alat berat dari Pemkab Jepara yang saat ini sedang menuju lokasi.
Sementara tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara maupun Regu Pencari dan Penolong (SAR) sudah siap di lokasi kejadian longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno menambahkan, material longsor tidak hanya tanah, melainkan ada bebatuan sehingga harus mendatangkan alat berat.
Selain itu, lanjut dia, jalan yang tertutup material longsor mencapai 30 meteran dengan ketebalan mencapai 5 meteran.
Ia mengtakan, akan siaga di lokasi dalam jangka waktu hingga dua hari, guna memastikan evakuasi material longsor selesai dilakukan dan kondisinya tebing yang sebelumnya longsor juga aman ketika warga setempat hendak menggunakan jalan tersebut untuk aktivitas sehari-harinya.




