CIPUTAT (KBK) – Nyeri otot atau pegal-pegal yang dalam bahasa kedokterannya disebut Myalgia, merupakan keluhan yang sangat sering terjadi dan hampir semua orang mengalaminya.
“Gejala ini memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, ” kata dr. Qoniatun Ni’mah dalam penyuluhan kesehatan di LKC Dompet Dhuafa, Selasa (31/1/2017)
Dikatakan dr. Ni’mah, kita tidak perlu terburu-buru mengkonsumsi obat karena merasakan gejala myalgia tersebut.
“Kita harus cari tahu terlebih dahulu aktifitas kita beberapa hari sebelumnya, dan kita identifikasi bagian mana yang terasa,” ujarnya.
Dihadapan puluhan pasien LKC Dompet Dhuafa, dr. Ni’mah menjelaskan, myalgia dapat dirasakan di beberapa anggota tubuh, walaupun lokasi nyeri ototnya berbeda-beda tergantung aktifitas dan penyebabnya.
Di antara penyebab myalgia adalah, karena melakukan aktivitas yang terlalu banyak dengan menggunakan otot tertentu.
Sementara itu, aktifitas yang dilakukan tidak sebanding dengan pasokan oksigen dari pembuluh darah ke otot tersebut sehingga terjadi penumpukan asam laktat pada otot, asam laktat inilah yang menyebabkan otot menjadi nyeri.
“Banyak minum air putih, makan yang sesuai dan jangan lupa istirahat yang cukup,” ungkapnya.
Selain itu, solusi utama dari myalgia adalah dengan melakukan relaksasi otot-otot dengan cara merendam kaki atau sekujur badan dengan air hangat, berselonjor (meluruskan kaki) setelah aktivitas.
“Akan lebih baik jika posisi kaki ditinggikan untuk memepercepat aliran darah dari tungkai bawah ke jantung,” ungkap dokter berjilbab itu.
Dijelaskan juga, myalgia biasanya dialami di usia-usia produktif, namun tidak menutup kemungkinan myalgia juga dialami oleh orang tua, hal ini tergantung bagaimana keseharian orang tersebut. – Goesmoeh





