Setelah Penggusuran, Banjir di Kampung Melayu Saat ini Terparah

Ilustrasi banjir di Kampung Melayu/ Kompas.com

JAKARTA – Setelah adanya penggusuran pada Januari 2016, warga Kampung Melayu, Jakarta  Timur mengaku banjir kali ini adalah paling parah hingga mencapai 1,5 meter, biasanya hanya dibaha satu meter.

“Sebenernya banjir kali ini adalah yang paling parah sejak adanya penggusuran bulan Januari 2016 lalu. Bisanya sih sejak abis penggusuran, paling tinggi banjir cuman 40cm-an tapi sekarang malah sampai 1,5 Meter,” ujar Ketua RT 11, Rahmawati.

Meskipun demikian, diakuinya banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Ciliwung ini tidak pernah sampai menenggelamkan rumah lagi setelah adanya proyek pelebaran sungai.

“Ini juga sudah 6 kali banjir sejak pelebaran. Tapi ya memang sejak dilakukannya proyek pelebaran Ciliwung besarnya banjir sudah tidak seperti dulu lagi hingga bikin rumah tenggelam,” tuturnya, seperti dilansir merdeka.com, Senin (13/2/2017).

Namun kini banjir sudah mulai surut. Banjir setinggi sekitar 1,5 meter mulai menggenangi kawasan itu sejak Minggu (12/2/2017) kemarin siang dan surut pukul 03.00 Wib.

Sebelumnya, Pemprov DKI membongkar sejumlah bangunan yang terletak di Jalan Kampung Melayu Kecil 1 pada Januari 2016 lalu. Saat itu, terdapat 64 rumah yang dibongkar dan penghuninya direlokasi ke Rusun Cipinang Besar dan Pulogebang.

Advertisement