Mojokerto-Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sejak semalam membuat banjir di beberapa desa.
Banjir dengan ketinggian satu meter terjadi di dua desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jum’at (17/2/2017). Sebanyak 20 rumah di Desa Pulorejo dan Banyulegi terendam air luapan anak Sungai Bengawan Solo, Kali Lamong.
Air masuk pemukiman warga pada Kamis (16/2/2017) sekira pukul 23.00 WIB. Banjir yang terjadi kali ke tujuh ini dikarenakan Sungai Lamong tak mampu menahan debit air hujan yang menguyur Dawarblandong.
Tak hanya masuk ke pemukiman, air banjir juga menyebabkan jalan poros antar desa terputus.
Salah satu warga, Supardi mengatakan, banjir yang merendam rumah warga kali ini merupakan banjir ke tujuh sejak musim hujan tahun ini. “Air masuk sejak tengah malam ketinggiannya terus meningkat. Hujan memang turun deras sejak beberapa hari ini,” ucapnya dilansir Beritajatim.
Akibatnya, Kali Lamong yang mengalami pendangkalan tidak bisa menampung debit air. Menurutnya, kondisi terparah terjadi dalam minggu ini. Meski banjir menjadi langganan di dua desa tersebut dan membuat aktivitas warga lumpuh, namun warga tak ada yang berniat untuk mengungsi.
Warga lainnya, Amel menambahkan, jika ketinggian air banjir yang masuk pemukiman warga sempat surut namun naik lagi. “Tiap tahun memang seperti ini sehingga warga tidak ada yang ingin mengungsi. Kami berharap Pemkab Mojokerto melakukan normalisasi sungai di Kali Lamong yang mengalami pendangkalan,” ujarnya.





