Yogyakarta Targetkan Angka Kemiskinan Turun

Ilustrasi kemiskinan/ beritasuslsel

YOGYAKARTA – Target penurunan angka kemiskinan belum dapat direalisasikan pada akhir tahun lalu di Yogyakarta karenanya Dinas Sosial Kota Yogyakarta akan mengintensifkan program pemberdayaan masyarakat miskin sebagai salah satu program kerja pada tahun ini.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Hadi Muchtar mengatakan salah satu program pemberdayaan masyarakat miskin yang akan dilakukan adalah pembentukan kelompok usaha bersama. Namun diperlukan  dukungan dari berbagai pihak agar pengentasan kemiskinan bisa dilakukan lebih optimal.

Menurut dia, kelompok usaha bersama tersebut akan dibentuk oleh masyarakat miskin yang menjadi penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) dengan membuka elektronik warung gotong royong (e-warong).

Warung tersebut akan menjual berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus sebagai sarana untuk mencairkan program bantuan pangan nontunai sebagai pengganti program beras untuk masyarakat miskin.

“Warung akan dikelola bersama oleh penerima Kube. Harapannya, ada tambahan pendapatan yang bisa diperoleh anggota Kube. Tujuan utamanya, ada peningkatan kesejahteraan dan pada akhirnya mereka tidak lagi masuk dalam kategori warga miskin,” katanya, dikutip dari Antara.

Hadi menjelaskan, Dinas Sosial Kota Yogyakarta mengajukan tambahan lima e-warong pada tahun ini dari sebelumnya 15 e-warong. Setiap e-warong akan memperoleh bantuan Rp30 juta yang bisa digunakan sebagai modal awal dan perbaikan tempat berjualan.

Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan angka kemiskinan pada akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012-2016 sebesar 8,4 persen namun target tersebut tidak tercapai karena angka kemiskinan masih 8,75 persen mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun demikian, jika didasarkan pada data penduduk miskin penerima Kartu Menuju Sejahtera (KMS), maka ada sedikit penurunan penerima KMS pada tahun ini yaitu dari 18.730 kepala keluarga tahun lalu menjadi 18.651 KK.

Advertisement