Naiknya Debit Air Sungai Cimanuk, BPBD Minta Warga Tak Panik

Ilustrasi Situasi Kampung Cimacan Garut pasca banjir bandang 20 September 2016/ Foto:Jun Aditya/KBK

GARUT – Terkait naiknya debit air Sungai Cimanuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut meminta warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Cimanuk meningkatkan kewaspadaan, namun tetap tennag.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria mengatakan, ketinggian air Sungai Cimanuk kawasan Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Garut Kota di beberapa titik sempat melebihi biasanya. Ia menyebut posisi air sempat berjarak satu meter dari bawah tembok penahan tanah (TPT) pinggir sungai.

Menurutnya  air memang naik pada Selasa (28/2/2017) sore  tapi masih diambang batas normal. “Ketinggiannya kurang lebih satu meter di bawah TPT pinggir sungai, tidak lebih dari itu,” kata Dadi.

Ia minta warga tidak panik, “Banyak informasi yang tidak benar beredar. Oleh karena itu, warga perlu mengecek kembali informasinya dengan menghubungi pihak berwenang di sekitar mereka tinggal. Tidak perlu panik, tapi tingkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Dadi membenarkan sejumlah warga di beberapa tempat sempat meninggalkan rumah mereka ke tempat yang lebih aman. Menurut dia, hal tersebut wajar dan harus dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan.

“Masyarakat sekarang saling menjaga. Ada kegiatan ronda yang selalu mengingatkan satu sama lain. Untuk mengantisipasi sesuatu, warga memang ada yang meninggalkan rumah dan berkumpul di tempat aman. Salah satunya ke masjid. Tapi sekarang sudah kembali lagi ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Dadi, dari pantauan di beberapa sungai, seperti Cipeujeuh dan Cikamiri, kondisi air masih dalam batas aman. “Air sempat deras dan naik, namun masih aman.”tegasnya, dilansir Sindonews, Rabu (1/3/2017).

Advertisement