PAMEKASAN – Sebanyak 11 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur rawan terjadi pergerakan tanah, apalagi disaat musim hujan seperti sekarang.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, ke-11 kecamatan itu masing-masing Kecamatan Batumarmar, Kadur, Larangan, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan dan Kecamatan Waru.
“Empat dari 11 kecamatan ini, potensi gerakan tanahnya menengah, yakni Kecamatan Larangan, Pamekasan, Proppo dan Kecamatan Tlanakan,” kata Budi di Pamekasan, dilansir Republika, Jumat (14/4/2017).
Sedangkan, tujuh kecamatan lainnya, memiliki potensi gerakan tanah tinggi, sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, terutama yang di sekitar perbukitan, hendaknya lebih meningkatkan kewaspadaan.
Saat ini, pihaknya telah menyosialisasikan kepada masyarakat melalui para camat, media radio dan penyebaran informasi melalui media sosial seperti facebook dan twitter.
Budi menuturkan, sesuai dengan rilis yang diterima BPBD Pemkab Pamekasan tersebut, potensi pergerakan tanah selama April 2017, dan bukan hanya di Pamekasan, akan tetapi juga di tiga kabupaten lain di Pulau Madura.
“Rinciannya, untuk kabupaten lain seperti Sampang, Bangkalan dan Sumenep, saya tidak hafal. Yang jelas, di tiga kabupaten ini, juga disebutkan dalam rilis itu, potensial terjadi pergerakan tanah sebagaimana 11 kecamatan di Pamekasan ini,” katanya.





