Peduli Palestina, Tokoh Seni Inggris Minta Radiohead Batalkan Konser di Israel

Ilustrasi Radiohead tampil di Coachella festival, April 2017/ Getty

INGGRIS – Tokoh terkenal dari dunia seni, termasuk Ken Loach hingga Roger Waters, telah meminta Radiohead untuk membatalkan konser pertunjukan yang akan digelar bulan Juli mendatang di Israel sebagai bagian dari boikot budaya.

Sebuah surat terbuka yang juga ditandatangani oleh uskup agung Afrika Selatan Desmond Tutu dan aktor Maxine Peake, Ricky Tomlinson, Miriam Margolyes dan Juliet Stephenson, yang  meminta band tersebut untuk mempertimbangkan kembali pertunjukan di sebuah negara “di mana sebuah sistem apartheid telah dikenakan pada orang-orang Palestina”.

Diantara 47 penandatangan juga termasuk sutradara Wolf Hall Peter Kosminsky, band pemenang penghargaan Mercury Mercusuar Young Fathers, dan pelawak Alexei Sayle. Surat tersebut diorganisir oleh Artists For Palestine di Inggris yang mengikuti permintaan sejumlah aktivis Palestina untuk Radiohead untuk menarik diri dari konser 19 Juli nanti.

“Kami meminta Anda untuk tidak tampil di Israel, orang-orang Palestina telah meminta Anda mengambil satu langkah kecil untuk membantu menekan Israel untuk mengakhiri pelanggaran terhadap hak-hak dasar dan hukum internasional,” sebut surat tersebut, seperti dikutip Guardian.

“Tentunya ini teguran untuk diskriminasi dan kebencian dan itu harus mencakup apa yang terjadi pada orang Palestina setiap hari.” tambah pernyataan tersebut.

Dalam komentar terpisah mengenai masalah ini, Loach mengatakan bahwa band tersebut harus membatalkan pertunjukan untuk menghormati diri mereka sendiri.

Sementara Kosminsky mengatakan bahwa situasi bagi orang-orang Palestina menjadi semakin ketat dan berpendapat bahwa Radiohead harus mendukung seruan para aktivis untuk melakukan pemboikotan budaya seperti yang dilakukan musisi di Afrika Selatan selama era apartheid.

Advertisement