16.000 Lebih Warga Yaman Diculik Pemberontak Houthi

Ilustrasi/ Foto: Reuteurs
YAMAN – Lebih dari 16.000 orang warga Yaman telah diculik oleh pemberontak Houthi sejak kelompok tersebut menguasai ibukota Yaman pada tahun 2014.
Sebuah laporan terbaru  menunjukkan, ribuan orang masih hilang saat perang tersebut melampaui tahun keduanya.

Warga sipil, aktivis, akademisi dan politisi tetap berada di bawah penangkapan Houthi di lokasi yang tidak diketahui di sekitar negara yang dilanda perang tersebut, menurut laporan Radar Rights yang baru diterbitkan dan berjudul Yemen: Victims Behind Bars, seperti diberitakan Alaraby, Selasa (26/4/2017).

“Jumlah orang yang diculik dan ditahan oleh kelompok Houthi diperkirakan berjumlah 16.804 tahanan sejak pemberontak mengambil alih ibukota Sanaa pada tanggal 21 September 2014 sampai akhir Maret 2017,” laporan tersebut menyatakan.

Meskipun kehilangan beberapa wilayah untuk milisi pro-pemerintah yang didukung oleh pasukan koalisi pimpinan-Arab Saudi, para pemberontak mempertahankan sejumlah kota, terutama di pesisir Laut Merah barat Yaman dan ibukota.

Ribuan korban tetap berada di balik jeruji besi di lebih dari 480 penjara baru yang dikontrol Houthi yang telah dibuka sejak mereka bergerak untuk merebut wilayah, termasuk tokoh pemerintah tingkat tinggi.

“Jumlah tahanan yang masih berada di penjara Houthi di Sanaa saja mencapai 4.414 pada akhir 2016,” tambah laporan tersebut, mencatat beberapa tahanan senior yang termasuk dalam daftar tersebut adalah mantan menteri pertahanan, Jenderal Mahmoud al-Subaihi dan Saudara Presiden Abdrabbo Mansour Hadi saat ini, Jenderal Nasser Mansour Hadi.

Advertisement