Polisi Paris Bongkar Kamp Pengungsi Afrika

Ilustrasi Pengungsi Afrika di Paris/ AFP

PARIS – Sekitar 1.600 migran telah dievakuasi dari sebuah kamp pengungsian di pinggiran kota Paris dekat Porte de la Chapelle oleh sekitar 350 petugas polisi yang berpartisipasi dalam pembersihan kamp tersebut.

Para pengungsi tersebut terutama berasal dari Afrika dan Afghanistan, kata prefektur Paris, seperti dikutip AFP. Sebagian besar migran adalah laki-laki, namun ada sekitar 75 pengungsi termasuk 29 wanita dan  22 anak di bawah umur.

Evakuasi dimulai pagi-pagi, Selasa (9/5/2017)  sekitar pukul 5:30 pagi waktu setempat, namun para pengungsi merasa senang.

“Pemerintah akan membawa kita ke rumah, saya tidak tahu di mana, tapi itu bagus,” seorang migran yang diidentifikasi sebagai Said, yang telah tidur di luar berbulan-bulan, menjelaskan kepada RT. “Tentu, sudah lebih dari tiga bulan,” katanya.

Sekitar pukul 07:00, banyak migran mulai naik ke bus yang membawa mereka ke fasilitas perumahan.

“Mereka semua akan dirawat di pusat-pusat di Ile-de-France, dan situasi administrasi mereka akan diperiksa. Mereka kemudian akan pergi ke CAD [pusat penerimaan dan orientasi], “kata Menteri Perumahan Emmanuelle Cosse kepada AFP.

“Kamp-kamp gelap migran tersebut menimbulkan risiko signifikan terhadap keselamatan dan kesehatan penghuni dan penghuninya,” ujar prefektur dan polisi Ile-de-France mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.

Selain itu, persaingan antara penduduk Afghanistan dan Sudan di kamp darurat tampaknya akan muncul, menyebabkan ketegangan lebih lanjut. Satu baris kekerasan pada pertengahan April menyebabkan beberapa korban jiwa.

Evakuasi di Porte de la Chapelle bukanlah operasi pertama yang dilakukan di Paris. November lalu, polisi membersihkan sebuah kamp yang terletak di dekat stasiun metro Paris Stalingrad, di mana 3.800 migran tinggal.

Awal tahun lalu, salah satu kamp pengungsian paling terkenal di Eropa, ‘Jungle’ di kota Calais, Prancis utara, dievakuasi, dan sekitar 5.500 penduduknya dikirim ke berbagai fasilitas perumahan di seluruh Prancis.

Advertisement