JAKARTA – Kerawanan kebakaran hutan dan lahan pada 2017 masih cukup tinggi di sejumlah titik panas di Indonesia, karenanya seluruh daerah diminta siap siaga.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan berdasarkan hasil analisisis dari sejumlah lembaga meteorologi, dari Australia, Amerika, Jepang, Selandia Baru, termasuk BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiska), pada 2017 diinformasikan kemarau normal yang artinya kerawanan terhadap Karhutla cukup tinggi dibanding 2016.
Dikatakannya, berdasarkan hasil anailisis dan prediksi BNBP, pada 2017 tidak ada indikasi terjadinya fenomena El Nino, namun demikian potensi Karhutla masih menjadi catatan penting bagi daerah setempat untuk tidak lengah dan selalu meningkatkan kewaspadaan yang dititikberatkan pada pencegahan dini bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Saya minta 2017 tingkatkan lagi, jangan sampai lengah sosialisasi kepada masyarakat harus intens memberikan kesadaran untuk ikut, yang paling penting partisispasi masyarakat untuk turut dalam pencegahan,” tuturnya, Selasa (16/5/2017), dikutip Antara.
Pihaknya sudah mempersiapkan 27 helikopter water bombing yang akan dioperasionalkan di sejumlah wilayah sebagai upaya preventif pencegahan kebakaran hutan dan lahan, karena musim hujan akan berakhir di akhir Mei.
“Dua provinsi yaitu Riau dan Sumsel yang menyatakan status siaga karhutla, kami imbau daerah lain untuk segera agar sumberdaya dari pusat contoh saya mulai siapkan helikopter water bombing dan sebagainya dapat digunakan,” tuturnya.





