MOSUL – Sedikitnya 105 warga sipil terbunuh saat serangan udara Amerika Serikat (AS) melanda bangunan gudang peledak di Mosul barat yang digunakan ISIS sebagai sarang sniper.
Pasukan Irak meminta koalisi pimpinan AS menyerang bangunan tersebut setelah tentara Irak menembakkan tembakan dari penembak jitu ke sana.
Koalisi pimpinan AS maupun pasukan Irak tidak sadar warga sipil berada di dalam gedung tersebut, seperti diakui AS, Kamis (25/5/2017), dilansir Anadolu Agency.
Pengumuman tersebut menyusul penyelidikan koalisi mengenai serangan fatal 17 Maret di lingkungan al-Jadida di Mosul yang memicu kekhawatiran global.
Jenderal Matthew Isler mengatakan kepada wartawan bahwa 101 warga sipil terbunuh di gedung yang ditargetkan, serta empat korban lainnya di luar gedung.





