Lebih dari 130 Imam Tolak Shalatkan Jenazah Teroris London

Komunitas muslim di Inggris tolak ekstrimisme/ Reuters
LONDON – Lebih dari 130 imam dan pemimpin agama mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa mereka menolak untuk melakukan shalat jenazah bagi mereka yang bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini di London dan Manchester, dan meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama.

“Kami, sebagai imam Muslim dan pemimpin agama, mengutuk serangan teror baru-baru ini di Manchester dan London dengan cara yang paling kuat,” baca pernyataan tersebut.

“Datang dari berbagai latar belakang, dan dari seberang Inggris. Merasakan rasa sakit yang dirasakan seluruh bangsa, kami telah berkumpul untuk mengungkapkan rasa syok dan amarah atas pembunuhan berdarah dingin ini. Kami sangat terluka sehingga serentetan serangan teror telah dilakukan di negara kami sekali lagi oleh pembunuh yang berusaha mendapatkan legitimasi agama atas tindakan mereka. Kami berusaha untuk mengklarifikasi bahwa tindakan tercela mereka tidak memiliki legitimasi atau simpati kami. ” tambah pernyataan tersebut, dikutip Newsweek, Selasa (6/6/2017).

Serangan di Inggris membuat 22 orang tewas dalam sebuah konser Ariana Grande di Manchester dua pekan lalu, dan tujuh lainnya di ibukota pada  Sabtu malam dalam insiden di London Bridge and Borough Market.

Dua dari tiga orang yang bertanggung jawab atas serangan di London diberi nama oleh polisi Senin sebagai Khuram Butt dan Rachid Redouane, keduanya dari Barking, di London Timur.
Advertisement