Masjid Liberal di Jerman, tak ada pemisahan shaf antara pria dan wanita/ AFP
TURKI – Badan urusan keagamaan Turki telah menyatakan kecamannya atas sebuah masjid baru di Berlin di mana pria dan wanita berbaur dengan bebas ketika shalat dan tak ada pemisahan saf diantara keduanya.
Hal tersebut dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Diyanet, lembaga yang mengawasi kegiatan keagamaan di Turki, mengatakan bahwa gagasan semacam itu sejalan dengan proyek yang dipimpin oleh kelompok Fethullah Gulen, terduga kudeta gagal 15 Juli 2016.
Diketahui, pria dan wanita shalat berdampingan di masjid yang dibuka awal bulan ini di Berlin, dimana masjid tersebut juga memiliki imam perempuan.
Pendukung masjid Berlin mengatakan akan mengizinkan Muslim liberal untuk beribadah dengan bebas tapi Diyanet mengambil sikap yang berbeda.
Menurut Diyanet masjid tersebut mengabaikan prinsip dasar Islam dan tidak sesuai dengan ibadah, pengetahuan dan metodologi.
“Sudah jelas bahwa ini adalah proyek yang telah dilakukan bertahun-tahun oleh FETO dan struktur buruk lainnya untuk rekayasa agama,” tambahnya, seperti dilansir AFP, Rabu (21/6/2017). Turki mengatakan bahwa kudeta yang gagal tersebut dilakukan oleh Fethullah Terror Group (FETO) yang dipimpin oleh Gulen yang bermarkas di AS.