MANILA – Militan Islam di Filipina telah memenggal tujuh penebang kayu yang mereka culik pekan lalu di wilayah selatan yang dilanda perselisihan.
Mayat para penebang kayu ditemukan pada hari Minggu (30/7/2017) di sebuah desa di daerah pegunungan di pulau Basilan, seperti diungkapkan kepala polisi setempat John Cundo kepada AFP.
Ia menduga pembunuhan tersebut dilakukan kelompok penculikan Abu Sayyaf yang berbasis di sana.
Kelompok pemimpin senior Abu Sayyaf Furuji Indama menculik dan membunuh penebang kayu tersebut setelah terjadi sebuah perselisihan bisnis lokal dan bukan untuk uang tebusan seperti biasanya.
“Ini adalah tindakan balas dendam oleh Indama yang mungkin telah menyalahkan penghancuran perkebunan karetnya terhadap para penebang kayu ini. Para penculik tidak menuntut uang tebusan tapi segera memenggal para penebang kayu,” kata Cundo.
Militan telah bertahan dalam serangan militer yang didukung AS di Marawi yang telah menewaskan 650 orang dan membuat hampir 400.000 orang mengungsi.
Presiden Rodrigo Duterte telah memberlakukan darurat militer di sepertiga bagian selatan Filipina, termasuk Basilan, untuk mengatasi ancaman militan tersebut.





