JEPANG – Sebuah topan kuat yakni topan Talim menerjang kepulauan Jepang, Senin (18/8/2017), menyebabkan dua orang tewas dan tiga lainnya hilang.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan topan Talim mendarat pada hari Minggu di Kyushu, sebelah selatan empat pulau utama di Jepang, dengan kecepatan angin hingga 162km per jam.
Badai, yang bergerak ke timur laut di sepanjang negeri, mencapai pulau Hokkaido utara, pada Senin pagi, menurunkan hujan deras dan melumpuhkan transportasi domestik.
Seorang wanita berusia 86 tahun ditemukan tewas Sabtu malam setelah rumahnya dilanda tanah longsor di Kagawa, Jepang barat, sementara seorang sopir berusia 60 tahun ditemukan tewas di mobilnya yang tenggelam di bawah sebuah sungai yang membengkak di Kochi, juga di barat Jepang.
Penyiar umum NHK, dikutip AFP mengatakan tiga orang hilang di Jepang barat, dan 38 orang terluka dalam kecelakaan akibat badai.
Sedikitnya 116 penerbangan domestik dibatalkan pada hari Senin karena angin kencang, dan beberapa layanan ditangguhkan di utara Jepang karena topan.
Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan badai hujan hingga kemungkinan tanah longsor dan banjir di seluruh negeri, karena badai mempertahankan kekuatannya.
Topan tersebut telah menghancurkan rantai pulau Okinawa selatan sebelum menabrak Kyushu, menyebabkan hujan paling banyak terjadi selama 24 jam dalam 50 tahun di kota Miyako.
Badai besar menyerang Jepang secara teratur, dimana 22 orang tewas saat Topan Lionrock menerjang negara itu September lalu.
Bulan Agustus 2017, Topan Noru juga telah menewaskan dua orang dan melukai 51 lainnya.





