Kamp Pengungsi Rohingya Jauh dari Kata Sehat

Ilustrasi kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazar dalam kondisi tidak sehat/ AFP

BANGLADESH – Kamp pengungsi Bangladesh berada di ambang bencana kesehatan dimana air kotor dan kotoran mengalir melalui gubuk-gubuk ditinggali para pengungsi Rohingya.

Kelompok medis Doctors Without Borders (MSF) pada hari Kamis memperingatkan bahwa “bantuan kemanusiaan skala besar dibutuhkan di Bangladesh untuk menghindari bencana kesehatan masyarakat”.

“Kami menerima orang dewasa setiap hari di puncak kematian akibat dehidrasi,” kata Kate White, koordinator medis darurat kelompok tersebut.

“Itu sangat langka di kalangan orang dewasa, dan memberi sinyal bahwa keadaan darurat kesehatan masyarakat bisa terjadi di sekitar sini.” tambahnya, dilansir AFP.

Tidak ada jalan resmi ke permukiman kumuh yang bermunculan di luar kamp-kamp resmi, yang mempersulit pengiriman bantuan ke daerah perbukitan yang licin dan lumpur.

“Tidak ada jamban lengkap,” tambah White. “Saat Anda melewatinya, Anda harus mengarungi air kotor dan kotoran manusia.” ujarnya lagi.

Dengan distribusi makanan yang kacau dan merata, banyak orang Rohingya hanya makan satu kali nasi putih per hari.

Pasukan Bangladesh dikerahkan minggu ini untuk membangun lebih banyak toilet dan tempat penampungan bagi ribuan orang yang masih tidur di tempat terbuka meskipun hujan turun.

MSF memperingatkan risiko wabah penyakit menular “sangat tinggi” mengingat pesatnya peningkatan populasi dan cakupan vaksinasi yang rendah di antara orang Rohingya, yang tinggal dalam kondisi miskin di Myanmar.

“Satu peristiwa kecil bisa menyebabkan wabah yang mungkin menjadi titik kritis antara krisis dan malapetaka,” kata koordinator darurat Robert Onus.

Krisis tersebut telah menekan tekanan global terhadap pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasi militer di negara bagian Rakhine, yang dulunya merupakan rumah bagi 1,1 juta penduduk Rohingya yang kaya.

Advertisement