BALI – Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Kementrian ESDN I Gede Suantika mengatakan jika kini intensitas gempa yang dihasilkan dari aktivitas Gunung Agung menurun.
Namun seiring menurunnya intensitas gempa bukan berarti kondisi Gunung bisa dikatakan membaik, malah sebaliknya kondisi Gunung Agung saat ini dinyatakan kritis.
“Ya memang intensitas jumlah gempa menurun, tetapi kekuatan dari setiap gempa yang terjadi cukup keras, itu menunjukkan energi yang semakin meningkat, dan berpotensi terjadi letusan,” ujarnya, Rabu (27/9/2017).
Menurutnya dalam 24 jam terakhir telah terjadi 416 kali gempa vulkanik dalam, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 35 tektonik lokal, 10 kali gempa terasa bahkan gempa paling besar tercatan hingga 4,2 SR.
Dengan meningkatnya energi tersebut, kemungkinan berpotensi akan terjadi ledakan lebih dahsyat dari tahun 1963.
Namun, dikutip Beritabali, dirinya tetap belum bisa memastikan kapan akan meletus yang jelas saat ini Gunung Agung sudah mengalami pembengkakan dan dalam kondisi kritis.





