Ada Tiga Kasus Difteri di Jateng

ilustrasi

SEMARANg – Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Dinkes Jateng) menyebutkan sepanjang tahun ini menemukan setidaknya tiga kasus difteri positif yang tersebar di tiga kabupaten/kota.

Tiga kasus tersebut ada di Semarang, Karanganyar, dan Kendal. Kepala Dinkes Jateng dr Yulianto Prabowo mengatakan kasus pertama,  terjadi pada Januari 2017 dengan satu pasien asal Semarang dan kedua pada Juni 2017 di Karanganyar, tetapi keduanya sudah sembuh setelah diobati.

Ketiga, ia menyebutkan satu pasien berusia empat tahun asal Kendal pada Desember 2017 yang dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang, dan akhirnya meninggal karena kondisinya sudah parah.

“Masih ada dua pasien lagi yang dirawat di RSUP dr Kariadi. Masih ‘suspect’, belum positif. Namun, tetap diberikan penanganan intensif, ditambah serangkaian tes,” tuturnya.

Dari ketiga kasus difteri positif yang ditemukan di Jateng, kata dia, semuanya dalam status imunisasi yang tidak lengkap, artinya mereka belum memenuhi imunisasi dasar secara lengkap. Diakui Yulianto, dari 8.573 desa yang tersebar di Jateng, pelaksanaan imunisasi dasar secara lengkap sudah nisbi bagus, yakni mencakup 99,74 persennya, tetapi memang belum semua.

“Masih ada 0,26 persen anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Makanya, kami terus berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota agar cakupan imunisasinya 100 persen,” ujarnya, Kamis (14/12/20170, dilansir Antara.

Advertisement