Remaja Palestina Koma Terkena Tembakan Peluru Karet Israel

ilustrasi Demo rakyat Palestina meluas pasca keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump mengakui Jerualem sebagai ibukota Israel dan rencana pemindahan kudubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem

JAKARTA – Dilansir dari Aljazirah, (18/12), Mohammed Tamimi bocah berusia 14 tahun ditembak dari jarak dekat oleh aparat Israel menggunakan peluru karet. Tamimi merupakan warga Desa Nabi Saleh di Tepi Barat, Palestina.

Ia ditembak dalam sebuah demonstrasi yang menentang keputusan AS soal Yerusalem. Sepupu Tamimi, Manal mengatakan peluru itu mengenai bagian bawah hidung dan mematahkan rahang Tamimi.

“Darah itu mengalir dari wajahnya seperti air mancur. Itu sangat menakutkan, tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Kami takut memindahkannya. Dia pingsan dan kami takut dia sudah meninggal,” katanya.

Akibatnya Tamimi harus menjalani prosedur selama enam jam yang melibatkan tujuh ahli bedah Palestina di rumah sakit Istishari dekat Ramallah. Para dokter mengeluarkan peluru tersebut dan membuatnya koma selama 72 jam.

“Situasinya sangat buruk. Dokter khawatir akan adanya gangguan terkait penglihatan dan pendengarannya,” ujar Manal.

Advertisement