AS Izinkan Pengungsi Suriah Tinggal 18 Bulan Lagi

Warga suriah di AS/ AP

WASHINGTON – Amerika Serikat  akan mengizinkan sekitar 7.000 orang Suriah untuk tinggal di negaranya  setidaknya 18 bulan lagi dalam status terlindungi karena perang saudara masih terjadi di negara asal mereka.

Keputusan tersebut melegakan orang-orang Suriah yang sebelumnya merasa khawatir untu kembali ke  sebuah negara yang hancur  karena kekerasan jika pemerintah membatalkan status perlindungan sementara mereka (TPS) ketika masanya habis pada bulan Maret.

Sebagai gantinya, mereka diizinkan tinggal sampai 30 September 2019.

“Setelah mempertimbangkan dengan saksama kondisi di lapangan, saya telah menetapkan bahwa perlu memperpanjang  Status Protected Temporary untuk Suriah,” kata Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen dalam sebuah pernyataan, Rabu (31/1/2018), dikutip Reuters.

Pemerintah berhenti menetapkan kembali status Suriah, yang berarti akan terus menguntungkan orang-orang Suriah yang telah berada di Amerika Serikat sejak 2016 atau lebih awal.

“Saya pikir ini adalah tindakan positif yang harus dipuji,” kata Monzer Shakally, 21, seorang mahasiswa Suriah di University of Iowa. “Saya senang keputusan ini keluar sekarang dan saya sama sekali tidak perlu khawatir tentang hal ini setidaknya 18 bulan lagi.” tambahnya.

Advertisement