Titik Panas di Aceh Meningkat Tajam

ACEH – Titik panas di wilayaha Aceh meningkat secara drastis 12 titik dari sebelumnya cuma tiga titik, pada Kamis (15/2/2018) pagi sesuai pengamatan BMKG.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria mengatakan ke-12 titik panas itu terpantau oleh sensor modis melalui kedua satelit yakni Terra dan Aqua dengan wilayah penyebaran pada enam kabupaten/kota di provinsi paling ujung Barat di Indonesia.

Ia merinci, Aceh Selatan terdeteksi empat titik panas yang berada di dua kecamatan yaitu Bakongan dan Trumon Timur masing-masing dua titik.

Lalu di Subulussalam terpantau tiga titik panas di dua kecamatan yakni Rundeng dua titik, dan Sultan Daulat satu titik.

Kemudian Aceh Singkil terdeteksi dua titik panas dengan dua wilayah kecamatan sama-sama berbagi satu titik yaitu Kota Baharu, dan Sing Kohor.

“Sisanya lima titik panas lagi berada di Aceh Barat, tepatnya Babah Rot. Gayo Lues di Putri Betung, dan Nagan Raya di Kuala,” katanya, menjelaskan pada Antara.

Sementara itu Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Muhammad Nur mengatakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Aceh selalu terulang dalam sepuluh tahun terakhir.

“Kalau mulai terbakar itu, sejak tahun 2007. Tapi yang pernah sampai pengadilan, cuma ada beberapa kasus,” ucap Nur.

Advertisement