SUKOHARJO – Fitri Rejeki (18), tidak pernah menyangka jika dirinya kini mengalami kelumpuhan sejak dia tanpa sengaja dipukul temannya di kepala belakang ketika duduk di bangku SD kelas V.
Warga RT 001/RW 004, Kampung Ngluwang, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjokala itu bercanda dengan teman-teman sekelasnya. Fitri dipukul tanpa sengaja oleh temannya di kepala bagian belakang. Dia lantas tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit.
Setelah kejadian itu, Fitri kerap mengeluh rasa sakit di kedua kakinya yang tak bisa digerakkan. Rasa sakit itu sering muncul saat ia berolahraga di sekolah atau terlalu lelah.
“Anak saya sempat melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Saat itu, Fitri sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lailatul Qadar. Puncaknya, Fitri menderita lumpuh total saat duduk di bangku kelas II,” kata orangtua Fitri, Sukarno.
Kondisi kesehatan Fitri tak kunjung membaik sepeninggal ibunya yang mengembuskan nafas terakhir di Jakarta pada beberapa tahun silam. Almarhumah menderita sakit jantung dan meninggal di rumah sakit.
Sehari-hari, Fitri hanya bisa duduk selonjor sembari menonton televisi di rumah. Dia ditemani bapaknya yang mengurusi segala keperluannya seperti memasak.
“Fitri hanya bisa ngesot saat hendak buang air kecil ke kamar mandi. Setiap pagi, saya menyiapkan satu piring nasi dan lauk sebelum berangkat mencari rumput di sawah,” papar dia, mengutip Solopos, Senin (19/2/2018).
Sukarno menceritakan telah berulang kali memeriksakan anaknya ke RSUD Ir. Soekarno. Namun, kondisi kesehatan Fitri tak mengalami perkembangan signifikan. Hingga sekarang, Fitri selalu minum obat setiap hari.
Kendati lumpuh, Fitri cukup rajin menunaikan salat lima waktu dan membaca Alquran. Keterbatasan fisiknya tak menyurutkannya menjalankan perintah Allah SWT.
“Fitri rajin membaca Alquran. Dia belajar membaca Alquran sejak duduk di bangku SD,” terang Sukarno.
Sementara itu, Ketua RT 001, Kampung Ngluwang, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Munadi, mengatakan warga setempat menaruh empati terhadap Fitri yang lumpuh sejak lima tahun lalu. Beberapa warga kerap memberi sumbangan berupa kebutuhan pokok seperti beras dan gula.





