Matahari di Aceh Tenggara Masih Tertutup Abu Vulkanik Sinabung

Ilustrasi Pengendara melintas saat hujan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, di Brastagi, Karo, Sumatera Utara, Jumat (26/6). Erupsi tersebut sempat menyebabkan tertutupnya kawasan Brastagi (12 km dari Sinabung). ANTARA FOTO

ACEH – Material terbawa abu vulkanis dari erupsi Sinabung masih menutupi wilayah pegunungan yang terdapat di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.

Sumur Raden (37), warga Desa Perapat Sepakat, Babussalam, Kutacane, Rabu (21/2/2018) mengatakan, kondisi tersebut diperparah dengan embusan angin berada di udara yang mengarah ke wilayah Aceh, terutama Aceh Tenggara dalam tiga hari terakhir ini.

Menurutnya matahari juga belum menampakkan dirinya menyinari wilayah pertanian ini dengan komoditas unggulan yakni tanaman jagung. “Macam (seperti) gelap di sini, bahkan lebih parah lagi Lhokseumawe. Cahaya matahari sampai hari ini, tidak tampak,” terang dia pada Antara.

 

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  menyebut, material abu vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, telah menutupi langit di Wilayah Aceh.

“Dari citra satelit jelas terlihat, pergerakan debu vulkanik menutupi Aceh secara merata,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria.

Ia mengatakan, dampak dari erupsi Gunung Sinabung mulai terjadi sejak Senin, (19/2), dan terbawa angin yang mengarah ke wilayah Tenggara dan Barat-Selatan di provinsi paling ujung Utara di Sumatera ini.

Advertisement