2016, Prancis Butuh Banyak Satpam

Foto: constitutionnet.org

PARIS (KBK) – Lowongan kerja menjadi securiti atau Satuan Pengaman (Satpam) terbuka lebar di Prancis, tahun 2016 ini.

Hal itu seiring dengan pesan tahun baru Presiden Prancis, Francois Hollande yang pemerintahnya memperioritaskan menciptakan lowongan kerja memerangi terorisme dan penjaga keamanan di komplek rumah-rumah warga.

Pesan tahun baru itu disampaikannya, Senin ( 4/1/2016), di Paris.

“Pada 2015, kami melihat tanda-tanda pemulihan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,1 persen, angka terbaik sejak 2011, namun percepatan pertumbuhan itu tidak cukup untuk mengurangi pengangguran secara berkelanjutan,” kata Hollande.

Dikatakannya, harga minyak yang lemah, suku bunga rendah akan menjadi faktor pendorong menurunkan tingkat pengangguran saat ini hingga 10,2 persen, tingkat pengangguran tertinggi sejak tahun 1997.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Presiden Perancis meluncurkan reformasi besar yang akan membantu menyederhanakan kebutuhan tenaga kerja dan memperkuat negosiasi kolektif.

Mengenai masalah keamanan, Hollande mengatakan, karena seriusnya ancaman, maka melindungi Perancis adalah tujuan utama tahun ini.

“Kita juga perlu untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan tinggi untuk melindungi banyak tempat … sekolah dan tempat keagamaan,” tambahnya.

Ia mengaitkan risiko itu dengan serangan teroris menewaskan 130 orang pada November 2015 lalu.

Sebelumnya pada tahun 2015, kelompok bersenjata yang mengaku ISIS, menyerang redaksi majalah satir Charlie Hebdo dan sebuah Toko Yahudi menewaskan 17 orang.

“Menghadapi peringatan teror yang berkelanjutan, keadaan darurat akan tetap diperlukan,” ujar Hollande.

“Tapi itu tidak bisa menjadi ukuran permanen melindungi warga negara, untuk itu perlu banyak Satpam,” pungkasnya seperti dikutip KBK dari Xinhua, Selasa (5/1/2016).

Advertisement