Warga Sipil di Ghouta Timur Tidak Percaya dengan Gencatan Senjata

Ilustrasi Kondisi Ghouta Timur saat tenang dalam gencatan senjata/ Sputnik

GHOUTA TIMUR –  Sedikitnya lima warga sipil tewas pada hari Kamis (1/3/2018) dalam serangan di beberapa kota di Ghouta yang dikuasai pemberontak.

Pertahanan Sipil Suriah,  sebuah kelompok penyelamatan sukarelawan yang juga dikenal sebagai White Helmet mengatakan seorang anak tewas dalam serangan tersebut.

“Orang-orang Ghouta Timur mengolok-olok berita tentang gencatan senjata, mereka tidak mempercayainya sedetik pun karena mereka telah kehilangan kepercayaan pada kredibilitas rezim  terutama karena penembakan tersebut tidak berhenti, dan baik orang Rusia maupun rezimnya tidak menyatakan apapun keseriusan menjaga warga sipil keluar dari perang, “kata aktivis  Abdelmalik Aboud pada Aljazeera.

Beberapa upaya gencatan senjata di Ghouta Timur telah gagal dalam beberapa hari ini.

Kawasan ini merupakan target utama karena kedekatannya dengan Damaskus, tempat pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berada.

Ghouta Timur telah berada di bawah kendali kelompok oposisi bersenjata sejak 2013 – dua tahun menjadi sebuah pemberontakan populer di Suriah yang menyerukan penghilangan al-Assad.

Ketika pemerintah menanggapi dengan paksa, penduduk setempat dan tentara pembelot memutuskan untuk mengangkat senjata dan berhasil menguasai wilayah-wilayah besar di seluruh negeri.

Dengan intervensi Rusia pada tahun 2015, pasukan Assad telah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah tersebut, namun Ghouta Timur tetap menjadi salah satu kubu oposisi bersenjata terakhir.

Daerah tersebut berada di bawah pengepungan yang mencekik oleh pasukan pemerintah sejak 2013, dalam upaya untuk menguras oposisi bersenjata yang beroperasi di sana.

Advertisement