Hari Perempuan Internasional, Afrika Janji Kurangi Kesetaraan Gender

AFRIKA – Negara-negara Afrika merayakan  Hari Perempuan Internasional dengan sebuah janji untuk mengurangi ketidaksetaraan gender dengan membiarkan perempuan berpartisipasi lebih banyak dalam bidang politik dan bidang lainnya.

“Setiap distrik (di Uganda) memiliki tempat duduk untuk perwakilan wanita di parlemen,” kata Presiden Yoweri Museveni dalam pidato di televisi pada acara Hari Perempuan Internasional di distrik Mityana, Uganda Tengah.

Museveni, yang telah memerintah Uganda sejak 1986, mengatakan bahwa pemerintahnya telah melakukan diskriminasi terhadap perempuan dengan mengesahkan undang-undang yang memberdayakan mereka.

“Wanita adalah basis masyarakat tapi untuk alasan yang tidak diketahui masyarakat tradisional meminggirkan wanita,” katanya di tengah sorak sorai dari keramaian.

Di sebagian besar masyarakat tradisional Afrika, wanita biasa dianggap hanya sebagai istri rumah dan memiliki hak yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Namun, persepsi telah berubah dari waktu ke waktu dan wanita sekarang dapat bersaing dengan pria dalam mencari pekerjaan formal atau peluang lainnya.

Uganda, Rwanda dan Afrika Selatan, memiliki salah satu perwakilan wanita tertinggi di parlemen di benua ini.

Di Kenya, organisasi hak asasi manusia mengutuk kekerasan berbasis gender dan seksual dan kejahatan lainnya yang dilakukan terhadap perempuan pada periode pasca pemilihan.

“Katakan tidak pada kekerasan berbasis seksual dan gender dalam situasi konflik pemilihan,” Komnas HAM Kenya mengatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip Anadolu.

Advertisement