Nigeria akan Negosiasikan Pembebasan Siswa yang Diculik Boko Haram

Sekolah di Nigeria usai serangan boko haram, Senin (19/2/2018)/ AFP

NIGERIA – Nigeria berencana untuk bernegosiasi dengan teroris Boko Haram untuk menjamin pembebasan para siswi yang diculik oleh kelompok tersebut pada tahun 2014 dan juga bulan lalu, setelah mendiskusikan rencana tersebut dengan sekretaris negara Amerika Serikat.

Presiden Nigeria dan mantan penguasa militer Muhammadu Buhari membahas penggunaan negosiasi dalam sebuah pertemuan dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson di ibukota, Abuja, menurut sebuah pernyataan email dari kantor Buhari pada hari Senin (12/3/2018).

“Nigeria lebih memilih untuk memiliki anak sekolah yang diculik oleh Boko Haram dari Chibok dan Dapchi yang kembali hidup, dan itulah sebabnya mereka memilih negosiasi, dan bukan opsi militer,” baca pernyataan tersebut.

“Presiden Buhari menambahkan bahwa Nigeria bekerja sama dengan organisasi internasional dan negosiator untuk memastikan bahwa gadis-gadis tersebut dibebaskan tanpa cedera oleh penculik mereka,” tambahnya.

Boko Haram menyerang sebuah sekolah di kota Dapchi di timur laut di negara bagian Yobe pada 19 Februari. Sementara banyak siswi berhasil melarikan diri pada waktunya, sejumlah lainnya masih belum diketahui dan diduga diculik.

Kelompok teroris Boko Haram telah menculik lebih dari 270 siswi dari kota Chibok di timur laut pada tahun 2014.

Tillerson mengunjungi Nigeria pada turnya selama seminggu di negara-negara Afrika, dan merupakan perjalanan pertamanya ke benua tersebut sebagai diplomat tertinggi AS. Selama tur lima negara di Ethiopia, Kenya, Djibouti, Chad, dan Nigeria, Tillerson dilaporkan telah berusaha untuk membangun kemitraan keamanan.

Pernyataan Nigeria tersebut mengatakan Buhari telah mengucapkan terima kasih kepada AS atas bantuan yang diberikan dalam perang melawan Boko Haram, mencatat bahwa pasukan Nigeria itu baik namun membutuhkan bantuan untuk pelatihan dan peralatan.

Sedikitnya 20.000 orang tewas dalam aksi teror oleh Boko Haram di Nigeria sejak 2009, saat kelompok tersebut melancarkan militansi.

Tantangan keamanan telah menjadi muatan politis di negara berpenduduk mayoritas Afrika, kurang dari setahun sebelum pemilihan presiden dipegang. Buhari telah berkeliling daerah yang sedang berjuang dengan masalah keamanan dan akan mengunjungi Yobe.

Advertisement