BANTUL – Suara gemuruh muncul dari dalam tanah di Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta pun menelusuri penyebab munculnya suara tersebut dengan memasang alat seismograf di dusun itu pada Rabu (4/4/2018).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, I Nyoman Sukanta mengatakan dengan alat itu diharapkan BMKG bisa tahu sumber getarannya.
Menurut Nyoman, berdasarkan dugaan sementara, suara gemuruh di dalam tanah itu disebabkan longsoran bawah tanah. Pihaknya menduga longsoran itu dipicu karena adanya sungai bawah tanah yang kemungkinan ada di kawasan yang lapisan tanahnya terdiri atas batuan gamping.
“Batuan gamping itu tidak tahan air. Kalau terkena air dia bolong, sehingga berarti ada longsoran,” kata dia, dikutip Antara.
Ia memperkirakan kondisi tanah gamping di daerah Pandak tersebut tidak jauh berbeda dengan di Gunung Kidul yang saat ini memiliki banyak sungai bawah tanah.
“Memang harus diteliti lebih dalam lagi, takutnya tiba-tiba runtuh bisa bolong tanahnya. Malam (Rabu) ini kita akan pasang alat lagi,” kata Nyoman.
Sebelumnya warga Dusun Depok, Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, mendengar suara gemuruh dari dalam tanah. Warga setempat dan petugas kepolisian beberapa waktu lalu pernah menggali asal sumber suara namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti dari mana sumber suara gemuruh itu.





