Ekonom Dawam Rahardjo Tutup Usia

Prof. Dr. Dawam Rahardjo

JAKARTA -Indonesia itu merupakan negara outsourching, tidak memiliki industrialisasi karena Indonesia hanya memiliki pabrik saja, itupun juga tidak, mendirikan pabrik di Indonesia tapi milik asing. Negara berfungsi jadi pembersih WC yang diberaki oleh ekonomi kapitalis.

Demikian kutipan pendapat Ekonom Senior Prof. Dawam Rahardjo ketika menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini, yang dikutip dari Tweet @mkhumaini.

Tapi, suara lantang dan penuh kepedulian itu kini tidak akan terdengar lagi. Rabu malam, Pukul 21.55 sang begawan sudah menghadap yang Maha Kuasa. ” Innalilahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka datang dari tokoh cendekiawan muslim, Prof Dawam Rahardjo, Rabu (30/5) malam pukul 21.55 di Rumah Sakit Islam Jakarta. Pihak keluarga menyatakan pemakaman akan dilakukan pada Kamis (31/5),” tulis Republika mengabarkan berita duka ini.

“Akan dimakamkan di Kalibata, Kamis 31 Mei 2018, ba’da zhuhur,” ujar adik ipar almarhum, Sri Sukamti Margono melalui pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Rabu (30/5) malam.

Almarhum meninggal pada usia 76 tahun. Di mana, dia sudah satu bulan dirawat di RS Islam Cempaka Putih karena penyakit komplikasi yang ia alami.

Dawam Raharjo pernah menjabat sebagai Ketua ICMI se-Indonesia. Prof Drs Dawam Rahardjo, lahir di Solo, Jawa Tengah, 20 April 1942, dia juga dikenal sebagai seorang ekonom Indonesia. Sebagai pakar ekonomi, Dawam menghasilkan banyak karya tulis.

Ia pernah memimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat). Dia juga bergabung di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) sebagai Staf peneliti.

Beberapa karya Dawam Rahardjo di antaranya Esai-esai ekonomi politik (1983), Deklarasi Mekah: Esai-esai ekonomi Islam (1987), Etika bisnis dan manajemen (1990), Habibienomics: Telaah pembangunan ekonomi (1995), Paradigma Alquran: Metodologi dan kritik sosial (2005), Nalar Politik Ekonomi Indonesia (2011).

Advertisement